Wednesday, April 1, 2015

Raja dan 4 Istrinya

Oleh: Ustadz Khalid Syamhudi Al-Bantani, Lc. حفظه الله تعالى

Sang raja sangat mencintai istri yg ke 4, cinta yang tergila-gila. Bahkan dia terus berupaya mendapatkan redhanya.

Adapun istri yg ketiga, juga sangat dicintainya. Tapi dia merasa sang istri ini berpotensi meninggalkannya dan menikah dengan lelaki lain.

Adapun istri yg kedua, adalah tumpuannya srlama ini dalam susah dan duka. Dialah yg selalu memperhatikan suaminya dan berada disampingnya dikala sempit.

Adapun istri pertama, sering diabaikannya, tdk dirawatnya dan tdk ditunaikan hak2nya. Padahal dialah istri yang paling mencintainya, dan berperan maksimal dlm menjaga kerajaannya.

Suatu hari sang raja jatuh sakit dan merasa ajalnya sudah dekat. Dia merenung dan berkata kpd dirinya: Aku punya 4 istri. Aku tdk mau sendirian masuk kedalam kubur.

Maka dia tanya istri yg ke 4: Engkaulah istri yg paling aku cintai dari semua istri2ku. Dan aku penuhi semua keinginan dan permintaanmu. Sekarang, maukah kamu menemani aku di kubur dan menghiburku?
Istri ke 4 menjawab: Mustahil aku lakuan itu.
Ia pun berlalu meninggalkan suaminya dan tdk peduli.

Dipanggilnyalah istri ke 3: "Aku mencintaimu sepenuh hidupku. Maukah kamu menemaniku di kuburku?"
Istri ke 3 menjawab: "O pastilah aku gak mau. Kehidupan sepeninggalmu terlalu indah. Aku akan kawin dengan lelaki lain...."

Lalu dia panggil istri ke 2: Aku dulu srlalu bersandar kepadamu dikala susah. Dan engkau selalu berkorban utkku. Maukah kamu menemaniku di kuburku?
Istri ke 2 menjawab: "Maafkan daku, aku gak bisa menemanimu. Tapi akau akan antarkanmu sampai ke liang kuburmu.."

Raja sangat sedih sekali, karena semua istrinya telah durhaka kpdnya...

Tiba-tiba ada suara dari kejauhan, berkata:
"Aku akan menemanimu di kuburmu... aku kan selalu bersamamu kemanapun kau pergi...!"

Sang raja menengok ke arah suara, rupanya istrinya yang pertama, kondisinya sangat kurus, lemah dan sakit, karena telah disia-siakannya. Maka sang raja pun menyesal atas buruknya perhatiannya kpd sang istri pertama.

Suami berkata: "Seharusnya aku lebih memperhatikanmu ketimbang yang lain. Klu waktu bisa kembali, niscaya engkaulah yg paling aku perhatikan dari seluruh istriku.

Sebenarnya wahai saudara tercinta, semua kita punya 4 istri.

Yg ke 4 itu adalah jasad kita. Betapapun kita memperhatikannya, memperturutkan syahawatnya, ia akan segera meninggalkan kita begitu mati.

Yg ke 3 adalah harta dan aset kita. Ketika kita mati ia akan pergi berpindah tangan ke pada pemilik yg lain.

Yg ke 2 adalah keluarga dan teman2, betapapun pengorbanannya kepada kita selama hidup, maka saat mati takkan lebih pengorbanannya dari mengantarkan ke kuburan.

Yang pertama adalah amal shaleh. Kita terlanjur sibuk dan lalai dari memberinya makan dan perhatian, demi memenuhi syahawat, harta, dan teman2 kita. Padahal amalan kitalah satu2nya yang akan bersama kita dalam kubur.

Kira-kira, seandainya amalanmu hari ini tampil dihadapanmu dalam bentuk manusia, bagaimanakah kira2 bentuknya? Kurus, lemah dan terlantar? Ataukah kuat, atletis dan terurus?

Allahul Musta'an...

Friday, January 30, 2015

Taubatan Nasuha, Jalan Menuju Ridho Ilahi

Manusia lahir di dunia mempunyai tugas dan kewajiban masing-masing untuk beribadah kepada Allah dan kembali kepada-Nya dalam keadaan Fitrah (suci), agar hal tersebut dapat terlaksana manusia harus benar-benar mencari dan menjemput jalan menuju Ridho Ilahi. Karena manusia sukses tidaklah mudah harus mencari dan terus mencari untuk menjadi manusia pilihan.

Monday, January 26, 2015

Imam Ahmad dan Tukang Roti

Kisah ini terjadi pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Pada suatu saat ketika sedang berpergian, Imam Ahmad ingin menginap di sebuah masjid, dimana beliau berniat untuk menghabiskan malamnya disana.
Namun penjaga masjid tidak mengenali siapa beliau ini sehingga ketika beliau meminta izin untuk berada di dalam masjid hingga datangnya waktu subuh, penjaga masjid menolaknya. Meskipun beliau sudah berulangkali membujuk sang penjaga masjid untuk diizinkan bermalam di sana, namun keputusan dari penjaga masjid tidak dapat diganggu gugat.

Akhirnya Imam Ahmad dikeluarkan dari area masjid dan beliau terpaksa mencari tempat bermalam di lain tempat. Ketika beliau diusir hingga keluar area masjid, kebetulan lewatlah seorang tukang penjual roti yang melihat kejadian itu. Tukang roti itu tertarik untuk mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Imam Ahmad sampai diusir oleh penjaga masjid. Ketika Imam Ahmad menceritakan yang dialaminya kepada tukang roti, si tukang roti ini menjadi iba, dan dengan kebaikan hatinya ia menawarkan Imam Ahmad untuk menginap di rumah tukang roti. 

Sunday, January 25, 2015

Menjadi manusia yang sebenar-benarnya

Sebuah HP diciptakan tidak lain berfungsi untuk alat berkomunikasi, seperti halnya alat-alat yang lain tentu memiliki kegunaan sendiri-sendiri tiada satu hal pun orang menciptakan sesuatu tanpa memiliki kegunaan dan setiap ciptaan pasti memiliki buku pedoman penggunaan alat tersebut untuk memahami penggunanya tentang kegunaan alat tersebut, serta larangan-larangan yang harus dilakukan agar alat tersebut tetap memiliki perannya sebagai mestinya.

Dari ilustrasi diaatas kita bisa menarik kesimpulan, bahwa kita (manusia) pun adalah sebuah ciptaan dan lebih tepatnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna di antara yang lain

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS. AT-Tin: 4)
Namun, kesempurnaan itulah yang terkadang membuat mereka lupa diri tentang apa misinya hidup didunia ini, karena mereka jauh dari pedoman hidup mereka, hidup serasa tanpa tujuan yang dikejar hanya lah harta dunia seperti itulah yang dikatakan manusia zaman sekarang telah banyak yang sakit namun tidak tahu akan berobat kemana karena mereka tidak sadar sedang terkena penyakit hati.

Maka akan timbul beberapa pertanyaan, untuk apa kita hidup? Tugas apa yang harus kita lakukan? Apa pedoman kita hidup? akan kemana kita setelah mati? jika pertanyaan tersebut dapat dijawab maka itulah penawar penyakit yang diderita manusia akhir zaman ini. Karena Allah tidak mungkin menurunkan penyakit jika tidak menyertakan penawarnnya.

Untuk apa kita hidup?
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa setiap ciptaan pasti memiliki tujuan dan kegunaan, manusia diciptakan Allah tiada lain untuk beribadah kepada-Nya. Dalam keadaan akhir zaman ini menjaga keistiqomahan ibadah yang sulit dilakukan. Tapi
Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56)


Apa tugas kita di dunia ini?
Beribadah kepada Allah tidak hanya sekedar ruhiyah saja, namun juga dalam kegiatan sehari-hari kita dituntut untuk menjaga kelestarian alam. karena setiap manusia adalah pemimpin, setidaknya pemimpin dirinya sendiri, menjaga kelangsungan kehidupan di dunia dan tidak merusaknya. Sehingga tercapai tugas manusia sebagai khalifah fill ard. Sebagai mana firman-Nya:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah:30)

Apa pedoman hidup manusia?
Sebagaimana HP yang memiliki buku petunjuk pemakaian, pun manusia demikian terdapat perintah dan larangan sehingga tidak menjadi manusia rongsokan, yang tidak ada nilainya di mata Sang Pencipta. Sehingga perlu tau apa yang seharusnya lakukan yang terdapat dalam Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup manusia. Menerangi jalan kegelapan menuju cahaya kebenaran.
Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (QS. Thaha: 12-124)

Akan kemana setelah mati?
setelah memahami hakikat dan tugas manusia, sebagai makhluk hidup pasti akan mengalami kematian (ajal) walau tidak di tunggu pasti akan datang. Karena hidup di dunia hanya sementara, orang jawa sering mengatakan “urip iku mung mampir ngombe” sebuah perkataan yang tidak salah untuk menggambarkan fana nya kehidupan dunia dan kembali kekal selamanya di akhirat.
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka Tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al An'am: 32)

Akhir zaman memang lah sangat sulit untuk melaksanakan kebaikan, tapi akankah kita menyerah di tengah-tengah masyarakat yang terkena penyakit ini, semoga dengan penjelasan singkat di atas bisa memahami dan sadar akan tujuan kita lahir di dunia.
Akhir kata, yang paling penting dari semua ibadah kepada Allah adalah dengan menjalankannya dengan istiqomah. Wallahu ‘Alam Bishawab.